Bawa “Kampung Inggris” ke Ternate, Belajarin Bangun “English Atmosphere” di Bukit Pelangi

Peserta kursus bahasa Inggris di Lembaga Kursus Belajarin.

MalutTrend.Com, TERNATE – Belajarin, salah satu lembaga kursus bahasa Inggris yang baru beroperasi awal Mei 2026, membawa model “Kampung Inggris” ke Ternate. Model pembelajaran ini merupakan metode kursus bahasa Inggris secara praktis yang populer di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Lembaga Kursus Bahasa Inggris (LKBI) Belajarin yang berlokasi di Hotel Bukit Pelangi itu menawarkan model yang menggabungkan antara pengetahuan  dan keterampilan berbahasa. Para peserta kursus tak  hanya tatap muka. Selain experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman), peserta kursus juga diarahkan melalui metode field study (studi lapangan), dan learning by doing (pendekatan praktis) yang bertujuan membawa peserta pada pengalaman langsung di lapangan untuk menguasai keterampilan berbahasa Inggris,” jelas Ketua LKBI Belajarin, Selasa (5/5/2026).

Salah seorang instruktur memulai aktivitas mengajar di hari pertama.

Penyandang gelar magister urban planning sekaligus dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Ternate ini menghimpun para instruktur jebolan “Kampung inggris” yang sudah teruji. “Instruktur di lembaga kami ada 4 orang. Mereka memiliki standar IELTS (International English Language Testing System) dengan skor kompetensi 7,5,” tambah Echal, panggilan akrabnya.

Ia menyebut, untuk mendukung proses belajar secara efektif tiga kali seminggu, lembaga ini menyiapkan sarana dan prasarana yang memenuhi standar di era modern. Selain kenyamanan ruang kelas dan fasilitas belajar di kawasan yang tenang, penyelenggara kursus juga menyiapkan sarana pendukung IT.

Di luar ruang kelas, lembaga ini juga membangun “English Atmosphere” di kawasan Bukit Pelangi untukmenciptakan suasana agar peserta kursus aktif berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di luar jam kursus.Ada metode fun learning dan pemberlakuan english area di luar jam kursus,” tambah Mega Sukma, salah satu founder lembaga ini.

Menurut Mega Sukma, implementasi metode pembelajaran bahasa Inggris di lembaga ini berbeda pada setiap tingkatan. “Setiap peserta yang mendaftar akan diikuti dengan placement test atau tes penempatan. Peserta kursus dibagi dalam kelas Beginner terdiri dari A1, A1 Plus, dan A2. Untuk Intermediat terdiri dari B1 dan B2, serta Advanced terdiri dari C1 dan C2.

LKBI Belajarin sendiri, menurut Faisal hadir karena tuntutan kebutuhan atas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi. “Di sisi lain, fakta menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris di Maluku Utara masih belum optimal untuk menjawab tantangan zaman, terutama untuk pendidikan dan dunia kerja,” tandasnya.

Berangkat dari kondisi itu, menurutnya, lembaga yang didirikan bersama teman-temannya ini mencoba mewujudkan visi meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris sekaligus membuka peluang bagi peserta kursus untuk memperoleh akses pendidikan di mancanegara.(@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup