Potensi Dulang Medali, FORKI Malut Terancam Gagal Kirim Atlet ke Kejurnas

Ketua Umum Pengprov FORKI Malut Ahmad Assagaf, ST memerahkan sertifikat pelatihan kepada atlet beberapa aktu lalu.

MalutTrend.Com, TERNATE – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Maluku Utara (Malut) terancam gagal mengirimkan atlet ke Kejurnas IV Karate di Bandung, Mei 2026 mendatang.

Padahal, Pengprov sendiri sudah menyiapkan berbagai langkah persiapan, termasuk seleksi antardaerah dan pemusatan latihan. Pengprov FORKI yang membawahi berbagai perguruan karate ini bahkan optimis bisa mendulang medali, berdasarkan potensi atlet yang dimiliki saat ini.

Ketua Umum Pengprov FORKI Malut, Ahmad Assagaf, ST, menjelaskan bahwa pihaknya telah siap mengikuti ajang nasional yang memperebutkan Piala Ketua Umum PB FORKI tersebut.

“Persoalannya, ajang ini sudah di depan mata. Kejuaraan dimulai pada 9 Mei mendatang, waktu tak sampai dua pekan lagi. Namun, sampai hari ini belum ada kepastian dana dari KONI Malut untuk mendukung kegiatan tersebut,” ujar Ahmad kepada MalutTrend.Com, Rabu (29/04/2026).

Akibat belum jelasnya dukungan dana dari KONI Malut, Ahmad menyatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak jika dana tersebut belum cair sebelum jadwal keberangkatan.

“Kita terancam gagal mengirimkan atlet. Ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga Maluku Utara,” tegasnya dengan nada prihatin.

Gubernur Malut menyerahkan dana hibah Pemprov kepada cabir secara simbolis pada momen launching logo Porprov di Landmark Ternate 2 pekan lalu.

Menurut Ahmad, kendala utama keberangkatan ini disebabkan belum adanya kejelasan pencairan dana dari KONI. “Kami sudah menyurat ke Ketua Umum KONI Malut agar dapat merealisasikan dana hibah dari Pemprov Malut untuk kebutuhan Kejurnas. Namun, sampai hari ini belum ada respons,” tambahnya.

Ia merinci, setiap Pengprov dipastikan memperoleh dana hibah dari Pemprov Malut sebesar Rp200 juta. Hal ini disampaikan pada saat peluncuran (launching) logo Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Malut 2026 di Landmark Ternate, dua pekan lalu.

Pada saat acara tersebut, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos menyerahkan secara simbolis dana hibah kepada masing-masing cabor, termasuk FORKI Malut. Dana inilah yang menjadi harapan besar FORKI Malut agar segera direalisasikan demi mengikuti Kejurnas di Bandung yang waktunya sudah mendesak.

Ahmad menjelaskan, dalam menghadapi Kejurnas IV ini, FORKI Malut telah melakukan seleksi atlet dari lima kabupaten/kota. Setelah itu, para atlet menjalani pemusatan latihan di tiga lokasi di Kota Ternate. “Pengprov bahkan meminjam dana dari pihak ketiga untuk menutupi biaya proses seleksi dan latihan,” sebutnya.

 

Para atlet FORKI Malut memaukan latihan menghadapi Kejurnas di Bandung

Peluang Dulang Medali

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov FORKI Malut, Joyo M. Sukarno, memaparkan kesiapan teknis pihaknya. “Saat ini, Pengprov FORKI menyiapkan 8 atlet untuk berlaga dalam ajang bergengsi dunia bela diri tersebut,” kata Joyo.

Selain 8 atlet, kontingen juga menyertakan pelatih, pengawas, dan ofisial. “Dari latihan yang sudah dijalani, kami optimis bisa meraih 7 medali,” ujarnya.

Optimisme Joyo didasari oleh kualitas materi atlet yang dibawa. Para atlet yang akan dikirim ini memiliki rekam jejak prestasi dalam berbagai kejuaraan. Olahraga karate sendiri tercatat sebagai salah satu cabor unggulan prestasi bagi Maluku Utara.(@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup