Penjaga Akar Plasma Nutfah Purba yang Melestarikan Aroma Rempah
Peradaban besar Ternate tidak hanya diwariskan melalui lembaran buku sejarah atau dinding benteng tua. Kejayaan masa lalu juga tersimpan pada rahasia tanah Gamalama yang menyimpan akar plasma nutfah purba. Cengkih dan pala telah memberi makan dunia—jauh sebelum bangsa asing datang membangun benteng.
Aroma kejayaan itulah yang kini dirawat dalam kesunyian oleh para penjaga plasma nutfah purba di kaki Gunung Gamalama. Mengalir dari generasi ke generasi, dedikasi ini melampaui urusan ekonomi di pasar komoditas. Bagi mereka, setiap jengkal akar purba yang bertunas adalah benteng pertahanan terakhir untuk menjaga kesakralan, kehormatan, dan jati diri sejarah Ternate agar tidak lumat ditelan zaman.
Salah satu di antara penjaga plasma nutfah purba: cengkih dan pala sebagai simbol etik, etos, dan epos Kesultanan Ternate itu adalah Hamdal Minggu. Dari lereng Gamalama, Om Dal-sapaan akrabnya—mendirikan kelompok Ake Guraci Marikurubu untuk melestarikan tanaman ini.
Tidak saja mendedikasikan diri sebagai petani abadi, Om Dal juga membangun kepercayaan kepada para petani agar tidak tergiur dengan tawaran instan untuk menggantikan lahan rempah dengan tembok-tembok bangunan. Bahkan, dari tangan para penjaga plasma nutfah ini, lahir bibit-bibit unggul nasional cengkih dan pala yang menyebar di seantero bumi.

Selama lebih dari dua dekade, Om Dal berdiri di garis depan, menjaga rahasia kehidupan tanaman purba di tengah dunia yang perlahan mulai berpaling dari sektor agraris. Ia tidak hanya menanam, melainkan merawat masa depan melalui teknologi pala sambung pucuk dan memproduksi bibit-bibit unggul cengkih serta pala berkualitas tinggi.
Di tangannya, genetika terbaik dari pohon-pohon purba dirawat agar tidak punah ditelan zaman. Melalui wadah petani cengkih dan pala ini, Om Dal merangkul, membina, dan membakar semangat para petani untuk terus bertahan, menjaga tanah warisan, dan menolak membiarkan kebun-kebun legendaris ini beralih fungsi.
Dia membuktikan bahwa menjadi petani adalah sebuah profesi mulia, sebuah tugas suci untuk menjaga ketahanan pangan dan warisan budaya dunia. Ia berhasil menjaga benteng hijau untuk melestarikan aroma rempah. Sosok ini ingin memastikan bahwa wangi cengkih dan kehangatan pala Ternate akan tetap tercium oleh generasi masa depan, melintasi batas-batas abad yang akan datang.
Atas dedikasinya, Wali Kota Ternate memberikan penghargaan sebagai Maestro Legend Penjaga Plasma Nutfah Cengkih dan Pala dalam rangkaian pelaksanaan Rakernas JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) 2026 yang dipusatkan di Kota Ternate pada akhir Agustus kemarin.(@ba_is)















