Hari Ini 161 Tahun Lalu: Presiden AS Ditembak, Tragedi di Tengah Komedi

Salah satu ilustrasi aksi penebalan terhadap Lincah yang dimuat media di AS pasa zaman (Foto: Library of Congress)

MalutTrend.Com, TERNATE – Hari ini, 161 tahun lampau Presiden Amerika Serikat (AS) Abraham Lincon ditembak saat menonton di Fort Theatre Washington DC pada Jumat malam, 14 April 1865.

Dalam sejumlah catatan sejarah, menyebutkan, penembakan yang membuat nyawa Lincon melayang pada keesokan pagi, Sabtu (15/4/1865) itu dilakukan seorang aktor terkenal bernama John Wilkes Booth.

Tragedi ini terjadi di tengah suasana Lincon bersama istrinya, Mary Todd Lincon asyik menonton drama komedi berjudul “Our American Cousin” di balkon khusus presiden. Keduanya ditemani Henry Rathbone, mayor tentara Union dan pacarnya Clara Harris.

= Di tengah gelak tawa penonton menyaksikan adegan lucu pada sekitar pukul 22.15, John Wilkes Booth menyelinap masuk ke balon khusus presiden. Dalam jarak dekat dari arah belakang, sang aktor panggung ini langsung melepaskan tembakan ke bagian kepala Presiden AS itu.

Lincon tersungkur bersimbah darah. Hendry Rothbone berusaha melawan Booth namun dia juga terluka. Booth lari ke panggung sambil mengacungkan pistol kemudian menghilang. Seluruh isi gedung teater panik.

Berdasarkan data National Park Service menyebutkan, usai penembakan Lincon dibawa ke Petersen House di seberang jalan dan dinyatakan meninggal pada pukul 07.22 pagi.

Sementara itu, John Wilkes Booth dikejar oleh tentara Union selama dua belas hari. Dia meninggal akibat ditembak  pada 26 April setelah menolak menyerah kepada pasukan Federal.

Konspirasi Pasca Kelahan Perang Saudara

Arsip  Library of Congress mencatat bahwa pembunuhan terhadap Presiden Lincoln adalah bagian dari konspirasi. Tak hanya Lincon, Wakil Presiden  Andrew Johnson dan Menteri Luar Negeri William H. Seward juga menjadi target dari konspirasi yang diotaki Booth.

Catatan National Park Service yang diakses ini (14/4/2026) menulis bahwa Booth ingin melakukan balas dendam terhadap kekalahan dalam perang saudara di Amerika antara Konfederasi di Selatan dengan Union di Utara.

Booth berencana untuk membalas dendam atas kekalahan Konfederasi dan bertujuan agar pembunuhan tersebut akan menciptakan kekacauan di pemerintahan Utara.

Historys.com mengurai lebih detail tentang konspirasi Booth. Disebutkan, Booth yang bersimpati kepada Konfederasi namun selama perang tetap tinggi di utara.

Awalnya  Booth bersama beberapa rekannya berencana menculik Lincon dan membawa ke Richmond, ibukota Konfederasi. Namun, rencana 20 Maret 1865 gagal.

Dua pekan kemudian, Richmond dikuasai pasukan Union. Pasukan Konfederasi nyaris runtuh di seluruh wilayah selatan yang dikuasainya. Di sinilah Booth putus asa dan menyusun rencana aksi pembunuhan itu.

Pembunuhan itu dirancang untuk mengguncang pemerintahan AS. Beberapa sumber menyebut “kudeta kecil”. Peristiwa tragis ini terjadi hanya beberapa hari setelah Jenderal Konfederasi, Robert E. Lee, menyerah, yang menandai berakhirnya perang saudara.

Terhadap latar belakang peristiwa ini, para pakar sejarah berbeda pandangan dalam melihat pada apa yang disebut konspirasi. Para sejarawan menyebut apa yang dilakukan Booth merupakan konspirasi terbatas dan kelompok kecil. Secara tegas, National Park Service menyebut banyak teori “tidak berdasar” tentang dalang besar.

(@ba_is/dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup