PUISI: Barangkali Kita Belum Selesai

Desain diolah via AI

Setiap Agustus kita kembali mengibarkan merah putih,
menyanyikan lagu yang sama,
dan mengingat nama-nama
yang dulu pulang dengan tubuh penuh luka.
Kita bilang, Indonesia sudah merdeka.

Aku percaya.
Tapi kadang aku bertanya pelan-pelan—
kalau memang sudah merdeka,
mengapa masih ada orang yang takut bersuara
karena merasa dirinya terlalu kecil?

Mengapa ada anak yang harus mengecilkan mimpinya
hanya karena keadaan tidak memberinya banyak pilihan?
Dan mengapa ada yang bekerja seumur hidup,
tetapi masih harus memilih antara kebutuhan hari ini
atau harapan untuk hari esok?

Mungkin aku tidak sedang berkata bahwa Indonesia belum merdeka.
Mungkin aku hanya ingin mengatakan:
kemerdekaan itu masih punya banyak pekerjaan rumah.

Sebab merdeka bukan hanya ketika penjajah pergi.
Merdeka adalah ketika tak ada seorang pun
yang merasa hidupnya ditentukan oleh keadaan sejak lahir.

Merdeka adalah ketika orang jujur tidak merasa bodoh
karena memilih tetap jujur.
Ketika anak dari rumah sederhana boleh bermimpi
sejauh anak dari rumah yang serba ada.
Dan ketika kata “adil” bukan hanya indah saat dibacakan di podium.

Jadi tahun ini, ketika bendera kembali naik,
aku ingin kita tidak hanya melihat ke langit.
Lihatlah juga ke bawah—
kepada mereka yang masih menunggu
agar kemerdekaan benar-benar sampai ke kehidupan mereka.

Sebab mungkin perjuangan kita hari ini
bukan lagi mengusir penjajah.
Melainkan memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tumbuh
dengan perasaan bahwa negeri ini bukan untuknya.

Karena Indonesia sudah merdeka.
Sekarang,
tinggal kita yang membuat kemerdekaan itu
dirasakan semua.

***

Profil Penulis

Nama: Raffa Suardi

Tanggal Lahir: 14 Desember 2010

Asal Sekolah: SMAN 6 Tidore Kepulauan (Tikep), Kelas X

Hobi: Renang dan Membaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup