PUISI: Patriotisme
ketika mentari menyapa
ketika angin mulai berkata
dan ketika semua adalah nyata
maka sejarah pun mulai mengeja
makna pilu sebuah bangsa
tanah yang tandus
dunia yang hangus
dan negeri yang tak lagi mulus
adalah hasil racikan tangan kurus
dari mereka sang perumus
dalam deretan nasib yang terbilang sakit
takdir pun menggema seakan ikut terlilit
barisan suci pun tak dapat berkutik
melihat sang pendiri mati terhimpit
lembar tragedi masa lalu
guliran waktu, kisah yang lusuh
dengan senjata tombak dan meriam bambu
alam balutan bingkai yang rapuh
menjadi kenangan klasik untuk generasi baru
rajutan luka yang begitu tajam
dalam hempasan malam yang kian mencekam
tanpa suara damai dan rasa tentram
tanpa belaian kasih si raja alam
akan perlakuan yang miris dan kejam
kita adalah sang garuda
dalam pijakan 45
dengan semangat merah menyala-nyala
dan bersandar air mata darah
demi sumpah untuk merdeka
***
Profil Penulis:
Nama: Nursifa Sari Rumbouw
Tempat/Tanggal lahir: Ternate, 20 Juni 2011
Sekolah: SMA Negeri 6 Tidore Kepulauan
Kelas: X
Hobi: Membaca Buku












