Jenazah 2 WNA Singapura Sudah Tak Utuh, Korban Erupsi Dukono Berhasil Dievakuasi

Keterangan pers bersama Kepala Basarnas, Pangdam XVI/Pattimura, Bupati Halut, Danrem 152/Baabullah, Dandim Tobelo, dan Kapolres Halut pada Minggu, 10 Mei 2026. (foto: Rif)

MalutTrend.Com, TOBELO – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban erupsi Gunung Dukono pada kegiatan pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026). Jenazah kedua korban diduga kuat sebagai WNA Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).

Informasi yang dihimpun MalutTrend.Com menyebutkan, jenazah kedua korban tersebut sudah tidak utuh karena remuk tertimbun batu besar ketika erupsi hebat Dukono terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi.

Tim SAR Gabungan pada pencarian hari ketiga menyasar kawasan di sekitar kawah gunung. Titik ini menjadi konsentrasi setelah adanya informasi awal dari salah satu pendaki yang selamat, Reza Selang—anggota Mapala yang memandu tim pendakian. Selain itu, tim SAR sebelumnya juga mendeteksi adanya sinyal dari alat yang dibawa pendaki yang hilang tersebut.

Reza dalam penjelasan sebelumnya menceritakan detik-detik saat Dukono memuntahkan material panas. Dia sempat melihat kedua korban berlindung di balik batu besar. Saat itu, sebagian pendaki berusaha menyelamatkan diri dengan cara lari menjauh dari pusat letusan.

Kedua jenazah ditemukan Tim SAR Gabungan dalam posisi tertimbun batu besar di sekitar kawah gunung pada pukul 15.00 WIT. Atas temuan itu, tim berusaha mengevakuasi kedua korban, namun terkendala karena kedua korban tertindih batu besar. Beberapa bagian dari tubuh kedua korban dievakuasi dalam kantong jenazah dan telah dibawa ke RSUD Tobelo.

Kepala Basarnas Malut, Iwan Ramdani, S.E., M.M., dalam keterangan pers yang dilakukan sore ini mengonfirmasi penemuan korban dan upaya evakuasi tersebut. Dia menyebutkan proses evakuasi diperhadapkan dengan medan yang cukup berat. Kedua korban ditemukan sekitar 20 meter dari kawah gunung.

Dengan ditemukannya dua korban ini, maka total korban meninggal dalam peristiwa ini mencapai 3 orang. Sehari sebelumnya, satu jenazah perempuan yang diduga kuat sebagai Angel Chrisela Pradita telah ditemukan dan dievakuasi lebih dulu.

Seperti diketahui, ketiga korban sebelumnya adalah rombongan pendaki yang terdiri dari 20 orang; 9 di antaranya adalah WNA Singapura dan 11 lainnya WNI. Dalam insiden itu, 3 pendaki dinyatakan hilang sejak Jumat (8/5/2026) hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dan dievakuasi dalam dua hari terakhir.

Berikut Data Korban Erupsi Dukono:

Korban Meninggal Dunia:

  1. Angel Chrisela Pradita (WNI)
  2. Heng Wen Qiang Timothy (30/WNA Singapura)
  3. Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27/WNA Singapura) [1]

Korban Selamat:

  1. Toh Yu Ming Eugene, 30 tahun (Pria/WNA Singapura)
  2. Ong Shilin Selene, 37 tahun (Perempuan/WNA Singapura)
  3. Phoebe Lim, 33 tahun (Perempuan/WNA Singapura)
  4. Loh Hui En Iris, 31 tahun (Perempuan/WNA Singapura)
  5. Tan Jia Yi Geraldine, 30 tahun (Perempuan/WNA Singapura)
  6. Lee Yi Xuan Venessa, 30 tahun (Perempuan/WNA Singapura)
  7. Lim Shan De, 29 tahun (Pria/WNA Singapura)
  8. Bahtiar Badar, 24 tahun (Pria/WNI)
  9. Yusril Latif, 23 tahun (Pria/WNI)
  10. Sahrul Asim, 26 tahun (Pria/WNI)
  11. Ahmad Asmar, 22 tahun (Pria/WNI)
  12. Hairudin Doro, 26 tahun (Pria/WNI)
  13. Fiki Nafila, 27 tahun (Perempuan/WNI)
  14. Riska Isbar, 29 tahun (Perempuan/WNI)
  15. Sudin Juanga, 48 tahun (Pria/WNI)
  16. Reza Selang (Pemandu/WNI)
  17. Jailan Ayub (WNI)

Laporan: Rifli Mokoginta
Editor: @ba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup