Mayana Ecoprint Ternate: Karya Handmade Premium yang Lahir di Balik “Keterbatasan”
MalutTrend.Com, TERNATE — Suatu sore di hari Jumat, 26 Januari 2024 lalu, UMKM Mayana Ecoprint Ternate dikunjungi Fery Farhati, istri Anies Baswedan. Didampingi anaknya, Mutiara Annisa Baswedan, Fery menemui sang kreator Mayana Ecoprint, Nurjannah, di galerinya yang terletak di gang kecil Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah.
Dari ekspresinya, Fery benar-benar memberi apresiasi terhadap karya kain ecoprint yang diproduksi para penyandang disabilitas binaan Nurjannah. Dia melihat Nurjannah sebagai sosok inspiratif. Meski dengan keterbatasan fisik, namun Mayana Ecoprint mampu berkontribusi untuk negeri.

Nurjannah sendiri hampir tidak pernah berhenti berinovasi. Setiap hari, penyandang disabilitas ini berupaya meningkatkan kualitas berbagai produk fesyen. Ia bahkan berupaya menuju pencapaian standar premium, baik dari penggunaan bahan baku, desain, maupun corak.
Berbagai produk yang telah populer di kalangan kolektor fesyen handmade ini antara lain outer dan vestecoprint, blazer dan busana wanita, tas pesta dan kasual, scarf atau syal berbahan tekstil alami, serta topi.
“Untuk custom fashion, kami menerima permintaan pelanggan setiap produk dan dikerjakan secara handmade. Karya-karya custom ini tidak ada motif yang benar-benar sama sehingga setiap karya Mayana Ecoprint selalu eksklusif,” ujarnya saat berbincang dengan MalutTrend.com, Sabtu (9/5/2026).
Produk terbaru Mayana Ecoprint yang memperlihatkan kualitas premium adalah topi. “Produk ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan fashion statement yang memadukan unsur estetika, fungsi, dan identitas budaya,” jelasnya.
“Karya terbaru ini lahir dari inspirasi berdasarkan pengamatan terhadap tren fesyen modern yang mulai mengarah pada produk sustainable fashion, dipadukan dengan karakter alami khas ecoprint yang unik,” tambah istri dari saxophonist Malut, Risal Assor ini.
Topi ini, jelas Jannah—sapaan akrabnya—sebelum diproduksi telah melalui eksperimen mulai dari pemilihan bahan kanvas premium, teknik penguncian warna alami, komposisi motif daun, hingga eksplorasi bentuk topi yang nyaman digunakan dan tetap elegan.
Setiap produk fesyen dari Mayana Ecoprint selalu lahir melalui riset. “Dari eksplorasi desain, pengamatan tren pasar, serta percobaan teknis agar menghasilkan produk dengan kualitas yang kuat serta detail rapi,” tuturnya.
Riset juga fokus pada upaya melahirkan model yang relevan untuk berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga pencinta fesyen artisan. ”Topi ini bukan sekadar pelengkap gaya, tetapi representasi dari karya seni yang bisa dipakai,” kata Jannah berargumen.

Dilirik Pasar Mancanegara
Mayana Ecoprint sendiri hadir sejak 2020. Usaha berawal dari ketertarikan mendalam sang kreator pada seni tekstil ramah lingkungan dan kecintaan terhadap proses kreatif berbasis alam.
Dari eksplorasi sederhana menggunakan daun, bunga, ranting, dan pewarna alami, perlahan berkembang menjadi sebuah jenama (brand) yang menghadirkan karya ecoprint handmade dengan karakter yang khas.
“Mayana Ecoprint lahir dari semangat untuk menghadirkan produk yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki cerita, nilai keberlanjutan, dan sentuhan personal di setiap detailnya,” kata perempuan yang memadukan antara usaha dan tanggung jawab sosial terhadap kalangan disabilitas ini.
Yang membedakan Mayana Ecoprint adalah setiap karya dibuat dengan proses yang penuh ketelitian, menggunakan teknik pewarnaan alami dan motif yang dihasilkan langsung dari jejak daun atau tanaman.
Tidak ada dua karya yang identik. Setiap produk membawa cerita tentang alam, proses, kesabaran, dan sentuhan seni. Di balik itu, Mayana Ecoprint juga menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan menghadirkan sesuatu yang bernilai tinggi. “Kami percaya bahwa karya terbaik lahir dari ketulusan, kreativitas, dan keberanian untuk terus bereksplorasi,” ujarnya.
Upaya Nurjannah tidak sia-sia. Selain dikoleksi kalangan penggemar fesyen lokal, regional, dan nasional, produk handmade-nya mulai dilirik pasar mancanegara.
Dia mengakui, karya Mayana Ecoprint telah mendapatkan perhatian dari pembeli luar negeri. Beberapa produk telah dipesan oleh pelanggan dari Australia, Turki, dan beberapa negara di kawasan Asia. “Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas agar karya lokal bisa bersaing di pasar global,” pungkas Nurjannah yang sistem penjualan produknya sudah menggunakan marketplace.
Laporan: Ismit Alkatiri





