Dr. Ida Kurnia Waliyanti: Akademisi Unkhair Masuk Nominasi “Indonesian Women in Algebra 2026”
MalutTrend.Com, TERNATE – Akademisi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, masuk dalam nominasi “Indonesian Women in Algebra 2026”.
Pure Mathematician lulusan Universitas Gadjah Mada itu menjadi satu dari 21 akademisi perempuan Indonesia yang dinilai inspiratif, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu aljabar di Indonesia.
Ida Kurnia juga tercatat sebagai satu-satunya akademisi dari perguruan tinggi di Kawasan Indonesia Timur yang mendapatkan penghargaan dari Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS) dan Indonesian Algebra Society (Indo-AS), pada momentum Hari Internasional Perempuan dalam Matematika (International Women in Mathematics Day) yang diperingati setiap 12 Mei.
Momentum ini menjadi ajang untuk merayakan pencapaian perempuan di bidang matematika serta menginspirasi lingkungan kerja dan belajar dan kerja yang lebih inklusif.
Dari catatan sejarah, peringatan tersebut dilaksanakan pada setiap 12 Mei sebagai bentuk penghormatan kepada Maryam Mirzakhani, matematikawan asal Iran yang menjadi perempuan pertama peraih Fields Medal, penghargaan tertinggu di dunia Matematika.
Perayaan ini pertama kali diinisiasi oleh Committee for Women in Mathematics dari International Mathematical Union (CWM-IMU) dalam ajang World Meeting for Women in Mathematics (WM²) di Rio de Janeiro pada tahun 2018.

Ungkap Konsep Tualalipa dalam Kajian Etnoaljabar
Ida Kurnia meraih gelar doktor pada tahun 2022 dari Universitas Gadjah Mada dengan disertasi berjudul Modul Derivatif, Modul atas Ring Non-Asosiatif, dan Terapannya dalam Perumusan Matematik bagi Mekanika Kuantum.
Saat dihubungi MalutTrend.com, Selasa (12/5/2026), Ida menjelaskan bahwa nominasi yang diberikan Indo-AS diperuntukkan bagi akademisi yang menekuni bidang Aljabar. “Untuk cabang matematika lainnya biasanya juga ada penetapan tersendiri dari IndoMS,” ujarnya.
Selain aktif mengajar, Ida juga konsisten melakukan penelitian. Belakangan ini, ia memfokuskan kajiannya pada bidang etnoaljabar. “Bidang ini merupakan kolaborasi antara pendidikan matematika, aljabar, dan budaya,” katanya.
Terkait riset etnoaljabar yang sedang dikembangkan, Ida mengaku tengah mencoba mengangkat filosofi budaya Maluku Utara, baik benda maupun nonbenda, ke dalam konsep-konsep aljabar. “Saat ini kami mencoba mengungkap konsep aljabar dalam tualalipa (topi adat Ternate–Red),” tuturnya.(@ba_is)





