Adu Taktik 2 Pelatih Asal Inggris! Siapa Lebih Genius, Herdman atau Hudson?

Infografis diolah via AI

MalutTrend.com, JAKARTA – Mengacu pada fakta ketajaman serangan Skuad Garuda dan kokohnya pertahanan Tim Gajah Perang dalam fase penyisihan, maka partai final FIFA ASEAN Cup 2026 malam nanti akan ditentukan kemampuan adu taktik dua pelatih yang sama-sama asal Inggris.

Taktis yang akan diterapkan kedua pelatih didasari kemampuan meng-organizer segenap materi skuad masing-masing. Strategi bagi kedua pelatih ini bukan soal menguji formasi, namun berangkat dari hasil analisis yang ketat terhadap kelemahan dan keunggulan baik timnya maupun tim lawan.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman diperkirakan akan kembali menurunkan formasi 3-4-2-1 untuk menghadapi Thailand. Sejumlah analisa eksternal memperkirakan Starting XI  Timnas Indonesia menempatkan, Emil Audero (kiper) dengan bek belakang Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner. Sementara gelandang sayap dan tengah diisi oleh Kevin Diks (Kapten), Joey Pelupessy, Ivar Jenner, dan Calvin Verdonk. Gelandang serang dipercayakan kepada Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny, sedangkan penyerang tunggal menjadi tugas Mitchell Baker. Tom Haye dipastikan absen dari posisi Starting XI  pada final nanti akibat kartu merah saat laga melawan Malaysia di fase penyisihan.

Di pihak lawan, Anthony Hudson, diprediksi bakal menurunkan formasi andalannya 4-2-3-1 untuk menghadapi serangan Indonesia. Pada Starting XI, kiper Timnas Thailand akan diisi Patiwat Khammai, bek Nicholas Mickelson, Manuel Tom Bihr, Jonathan Khemdee, dan Waris Choolthong. Di gelandang bertahan bakal ada Peeradon Chamrasamee dan Sarach Yooyen, gelandang serang Supachok Sarachat, Chanathip Songkrasin yang merupakan kapten sekaligus playmaker utama, serta Kakana Khamyok—pemain muda berbakat milik Thailand. Posisi penyerang tunggal diprediksi antara Supachai Chaided atau Teerasak Poeiphimai.

Pensiun Sebagai Pemain di Usia Muda

Dari catatan dunia sepak bola, pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson adalah pemegang kewarganegaraan ganda, Inggris dan Amerika Serikat. Ia lahir di Seattle, Washington, Amerika Serikat pada 11 Maret 1981 namun dibesarkan di Inggris. Dalam dirinya mengalir darah legenda sepak bola Alan Hudson yang merupakan mantan pemain Chelsea dan Arsenal. Dalam konteks identitas persepakbolaan, Anthony teridentifikasi sebagai pelatih berkebangsaan Inggris. Selain memegang paspor Inggris, ia juga meniti karier sepak bola profesional di Negeri Tiga Singa dan memegang lisensi pelatih tertinggi dari UEFA Pro Licence.

Sebagai pemain sepak bola profesional, Anthony pernah membela baik tim yunior, semi profesional maupun profesional di berbagai negara. Ia memulai menimba ilmu sepak bola di Akademi Luton Town (Inggris) pada 1997. Dua tahun kemudian bergabung dengan akademi muda West Ham. Selama 3 tahun dia tidak menembus tim utama di klub tersebut.

Setelah dari West Ham, ia sempat kembali ke Luton Town sebagai pemain profesional pada tahun 2001 dan tak lama kemudian hijrah ke Belanda dan merumput bersama NEC Nijmegen hingga 2002. Pada 2006, Anthony pindah ke Amerika Serikat dan gabung dengan klub Wilmington Hammerheads dan bertindak sebagai pemain dan asisten pelatih di laga USL Second Division.

Di usia yang masih muda, ia pensiun sebagai pemain dan beralih sebagai pelatih sejak ia mengambil lisensi kepelatihan FA pada usia 21 tahun. Ia tercatat pernah menjadi pelatih Timnas Bahrain, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan terakhir Thailand.

Dari Pemain Amatir ke Pelatih Profesional

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Ia hanyalah pemain sepak bola amatir. Tercatat John Herdman sempat bermain di tim Northumbria University, tempat ia menimba ilmu dan tim semi profesional Consett AFC (Inggris).

Meski merasa tidak punya bakat sebagai pemain, John Herdman justru mendalami kepelatihan sepak bola sejak usia 16 tahun. Selama berkarier sebagai pelatih, namanya melejit di sepak bola internasional saat menangani timnas Selandia Baru dan Kanada. Bahkan, namanya semakin populer setelah dia mengantarkan keberhasilan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia disebut “a Hero in Canada” karena mampu mewujudkan impian Kanada setelah penantian selama 36 tahun.

 Sebagai sama-sama pelatih asal Inggris, keduanya dominan berkarir di luar negaranya sendiri. Anthony pernah menjadi asisten pelatih Timnas AS sementara John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Kanada. Dalam 3 laga antara Kanada dan AS, masing-masing tim sama-sama mengoleksi 1 kali menang, 1 imbang, dan 1 kali kalah. Momen final malam nanti merupakan momen pertama kalinya pertemuan sesama pelatih kepala.(@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup