3 Pejabat FAO PBB Kagumi Suasana Kedaton Kesultanan Ternate
MalutTrend.Com, TERNATE— 3 pejabat FAO (Food and Agriculture Organization) atau Organisasi Pangan dan Pertanian yang merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (21/9/2026) sore berkunjung ke Kedaton Kesultanan Ternate. Para tamu internasional ini mengagumi suasana dan keramahtamahan dalam penyambutan di Kedaton.
Ketiga figur penting di FAO itu adalah Rajendra Aryal, FAO Representative for Indonesia and Timor-Leste, Sameer Karki, GEF Technical Officer (GTO);
Dan Dong Le, Lead Technical Officer (LTO) FAO. Ketiganya didampingi Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara, Dr. Warsita, S.P., M.M dan bersama tim dari FAO.
BRMP sendiri merupakan mitra kerja sama FAO dalam proyek global Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) untuk menguji dan mengonservasi plasma nutfah (keanekaragaman hayati genetik) cengkih dan pala asli Maluku Utara.
Ketika menyampaikan sambutan singkat dalam acara ramah tamah yang berlangsung di Pandopo Lamo, Rajendra menyatakan kagum dan senang atas sambutan yang diberikan Kesultanan Ternate. Dia juga mengakui keramahtamahan para pejabat dan perangkat adat Kesultanan Ternate dengan berbagai suguhan yang menakjubkan.

Saat tiba di halaman depan kedaton, ketiga pejabat FAO ini disambut dengan tarian soya-soya dilanjutkan dengan prosesi Joko kaha. ˆMengawali acara ramah tamah, para tamu disuguhkan dengan tarian tradisional diawali dengan sajian pinang sirih. Di tengah para tamu ini menyaksikan puncak tarian penyambut tamu, para penari langsung menjemput Rajendra Aryal, Sameer Karki, dan Dan Dong Le beserta rombongan lainnya untuk menari bersama. Kegembiraan dan kehangatan memberi kesan bagi Rajendra.
Gaungkan Narasi Rempah Moloku Kie Raha
Dalam sesi brainstorming singkat dengan perangkat adat Kesultanan tentang historis rempah Ternate, Rajendra mengaku akan berupaya membahanakan kembali narasi rempah negeri ini ke belahan dunia. ”Saya sangat senang dengan sambutan yang hospitality (penuh keramahan), suguhan makanan dan kopi rempah enak, serta tarian yang menghibur. Karena itu, saya akan kembali lagi ke sini,” tuturnya.
Sebelumnya, Tuli Lamo (Sekretaris) Kesultanan Ternate, Irwan Abdul Gani mewakili Sultan Ternate dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi terhadap FAO sebagai badan dunia yang peduli pada pelestarian tanaman rempah, khususnya cengkih dan pala sebagai plasma nutfah purba asal Ternate.
Pada kesempatan itu, Kesultanan Ternate juga menyerahkan surat pernyataan dukungan terhadap program FAO di Maluku Utara.
FAO Indonesia mendukung penuh pengusulan sistem agroforestri tradisional cengkih dan pala di Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore untuk diakui sebagai GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems/Sistem Warisan Pertanian Penting Global). (@ba_is)












