Berbagai Spekulasi di Balik Hengkang MU ke Jateng

Tim Malut United saat berlatih

MalutTrend.Com, TERNATE – Berbagai spekulasi muncul di balik hengkang Malut United (MU) ke Jawa Tengah (Jateng). Kondisi ini mengundang keprihatinan pemerhati sepak bola sekaligus legenda Persiter, Ikbal Alhadar.

“Penggemar sepak bola Maluku Utara kehilangan liga satu setelah 2 tahun sempat menghibur warga Kie Raha. Musim liga satu tahun ini tak ada lagi klub lokal yang dibanggakan di kompetisi nasional,” kata Ikbal kepada MalutTrend.Com, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, berpindahnya home base MU ke Jateng sekaligus mengubah nama klub menjadi Jateng United telah melahirkan kekecewaan dan kesedihan pecinta sepak bola di daerah ini. “Bahkan, muncul berbagai macam spekulasi tentang alasan keputusan owner klub tersebut. Selain ada yang tidak beres dalam manajemen MU, juga muncul rumor bahwa pemilik klub–David tersinggung dan kecewa terhadap petinggi di daerah ini,” sebut Ikbal tanpa merinci apa peyebab ketersinggungan dan kekecewaan dimaksud.

Selama ini, katanya, para pelaku sepak bola menunggu tim kebanggaan Persiter bisa hadir kembali dalam liga satu. “Di tengah harapan yang tak kunjung tiba itu, muncul sosok David yang sebelumnya tidak kita kenal; datang menggairahkan dunia persepakbolaan Malut. Dengan ketulusan dan investasi ratusan miliar, dia membentuk klub MU dari liga dua dan akhirnya naik ke liga satu PSSI,” ujarnya.

Bukan itu saja, kata Ikbal, regenerasi pemain pun menjadi bagian dari kepedulian PT. Malut Maju Sejahtera (MMS)—perusahaan yang menaungi klub MU. “Bakat generasi muda di dunia sepak bola mulai tumbuh dan mulai berkembang dengan disediakannya yakni sebuah akademi sepak bola dengan sarana latihan secara lengkap. Sesuai persyaratan PSSI, PT MMS mendirikan sekolah sepak bola yang dikerjasamakan dengan akademi Benfica, Portugal.

Sebagai mantan pemain Persiter yang meski beberapa kali sempat pertemuan para legenda sepak bola, Ikbal mengaku tidak kenal dekat dengan sang owner—David. “Namun berpindahnya klub ke Jateng benar-benar memprihatinkan,” tandasnya.

Beberapa peluang Maluku Utara sirna seketika. Kata Ikbal, bukan saja klub tetapi masa depan persepakbolaan Maluku Utara. “Cita-cita Pak David sejak awal ingin mengembangkan sepak bola usia dini, seperti U7, U8, dan U9 yang akan digodok pelatih Benfica. Mereka bahkan akan dimatangkan di markas Benfica Portugal—melahirkan talenta muda untuk tampil di kancah profesional sepak bola dunia. Semua cita-cita itu pupus seperti mimpi,” pungkasnya.(@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup