Belanda vs Jepang: Perang Besar Di Grup Neraka
Dari 12 grup di Piala Dunia 2026– menurut saya– grup F adalah grup neraka yang semua laganya adalah partai hidup mati. Belanda adalah tiga finalis Piala Dunia (1974, 1978 dan 2010) yang masih berambisi besar menjadi juara. Swedia adalah kekuatan baru Eropa dan Jepang adalah raksasa Asia yang selalu lolos dari fase grup sejak Piala Dunia 2002. Sedangkan Tunisia yang mewakili Afrika bukan tim yang mudah untuk disingkirkan.
Belanda dan Jepang akan mengawali bigmatch di grup ini. Keduanya akan bermain di Dallas Stadium, Senin dini hari 15 Juni 2026 pukul 05.00 Waktu Ternate. Sejak tampil di Piala Dunia 1974, Belanda selalu lolos dari fase grup. Dan coach Ronald Koeman akan memimpin ”Oranje” untuk meneruskan tradisi hebat ini.
Belanda terbiasa bermain dengan formasi menyerang 4-3-3. Penjaga gawang akan jadi milik Bart Verbruggen (Brighton Albion) dengan potensi Mark Flekken (Bayern Leverkusen) sebagai pengganti. Empat pemain bertahan akan diisi oleh kapten Virgil van Dijk (Liverpool) dan Jan Paul van Hecke (Brighton) di posisi bek tengah – sedangkan Denzel Dumfries (Inter Milan) akan bermain sebagai full back kanan dan Micky van De Ven (Tottenham Hotspur) bermain di sisi kiri.
Koeman sepertinya tak akan mengubah lini tengah “Oranje” yang tak banyak berubah sejak Euro 2004. Lini ini akan jadi milik Ryan Gravenberch (Liverpool) dan Frankie de Jong (Barcelona) yang akan mendukung Tijjani Reijnders (Manchester City) sebagai gelandang serang. Ketidakhadiran Xavi Simmons yang absen karena cedera sedikit menurunkan kreativitas lini tengah.
Di depan, problem kebugaran yang dihadapi pencetak gol terbanyak Belanda, Memphis Depay (Corinthians) tak akan jadi masalah berarti. Donyell Molen yang gemilang bersama AS Roma musim ini akan jadi target man. Kinerjanya bakal di-support oleh Cody Gakpo (Liverpool) dan sayap cepat West Ham United, Crysencio Summerville. Jika buntu, opsi taktikal akan dibebankan pada Noah Lang, Justin Kluivert atau penyerang gaek yang bersinar di Piala Dunia 2022, Wout Weghorst.
Semifinalis Piala Eropa 2024 ini akan konsisten dengan total football yang sudah jadi ikon mereka. Koeman akan meminta pasukannya untuk bermain dengan garis pertahanan tinggi di mana semua pemain akan menekan dan berusaha merebut bola di daerah pertahanan lawan. Lini tengah diminta untuk tidak cepat kehilangan bola. Lini ini harus bermain dominan.
Gravenberch jadi defensive mildfielder dengan tugas tambahan sebagai ”ball winning”. De Jong menjaga keseimbangan dan Reijnders lebih agresif untuk membuat gol dari second line. Dua sayap cepat akan jadi andalan untuk membuka blok pertahanan Jepang. Malen tak boleh membuang peluang sekecil apapun untuk merobek gawang Jepang.
Agresivitas Belanda yang 16 kali belum kalah di babak penyisihan grup Piala Dunia sejak 1994 akan berbenturan secara head to head dengan kolektivitas Jepang di setiap lini. Samurai Biru asuhan Hajime Moriyasu punya rekor fantastis selama babak kualifikasi maupun laga uji coba jelang Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko kali ini.
Jepang mencetak 54 gol selama kualifikasi zona Asia dan hanya kebobolan 3 gol. Dari enam laga uji coba sebelum ke Piala Dunia, Wataru Endo dkk menang dengan meyakinkan atas Brasil (3-2), Ghana (2-0), Bolivia (3-0), Skotlandia (0-1), Inggris (0-1) dan Islandia (2-0). Empat tahun lalu di Qatar 2022, Jepang juga secara luar biasa mengalahkan Spanyol dan Jerman di babak penyisihan grup.
Lini pertahanan Belanda harus ekstra waspada. Moriyasu yang paten dengan skema 3-4-2-1 akan memainkan trio penyerang yang mencetak 33 gol selama babak kualifikasi. Striker Feyenoord, Ayase Ueda jadi bomber utama dengan dua gelandang serang produktif – Takefuso Kubo (Real Sociedad) dan Junya ito (Genk) bermain di belakangnya.
Di tengah, meski kehilangan Wataru Endo, Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino yang cedera – Jepang masih punya gelandang-gelandang dengan permainan impresif. Kuartet Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Ao Tanaka (Leeds United), Daichi Kamada (Crystal Palace) dan Keito Nakamura (Stade De Reims) akan berebut lini tengah dengan para gelandang ”Oranje”. Menurut saya, siapa yang menguasai lini tengah sangat mungkin memenangkan partai ini.
Jepang juga selalu bermain dengan intensitas tinggi. Transisi mereka dari negatif ke positif dan sebaliknya sangat cepat. Samurai Biru unggul jumlah pemain di lini tengah. Meskipun begitu, bermain dengan tiga bek sangat rentan dieksploitasi oleh Belanda. Butuh fokus dan kemampuan untuk saling cover posisi agar tak ada ruang kosong di antara garis pertahanan. Dalam laga krusial ini, gawang Zion Suzuki (Parma) akan dijaga oleh trio bek Takehiro Tomiyasu (Ajax), Tsuyoshi Watanabe (Feyenoord) dan Ko Itakura (Ajax). Ketiganya bermain di Liga Belanda dan tentu familiar dengan gaya permainan “Oranje”.
Sekali lagi ini salah satu partai paling menarik di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026. Kolektivitas, high pressing dan transisi cepat akan jadi warna dominan dalam laga ini. Belanda dan Jepang ada pada level yang sama. Karena itu, detail-detail kecil sepanjang laga–entah itu kesalahan atau keuntungan–akan sangat menentukan hasil pertandingan. Keduanya punya potensi untuk jadi pemenang. Tapi hasil seri menurut saya yang paling adil.(*)




