BMKG Pusat: Terjadi 11 Gempa Susulan, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Ilustrasi tsunami

MalutTrend.Com, TERNATE – Setelah gempa berkekuatan magnitude 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara Kamis (2/4/2026) pagi, BMKG Pusat melaporkan adanya 11 gempa susulan.

Peringatan tsunami yang dikeluarkan BMKG juga berhasil  terdeteksi di beberapa wilayah baik di Maluku Utara maupun Sulawesi Utara.

Berdasarkan rilis BMKG melalui melalui situs resmi inatews.bmkg.go.id menyebutkan gempa susulan itu berkuatan magnitude 5,5.

Sementara berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gaugetsunami di Maluku Utara telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB (08.08 WIT) dengan ketinggian 0,30 m, dan  Sidangoli pada pukul 06:16 WIB (08.16 WIT) dengan ketinggian 0,35 m.

Sedangkan di wilayah Sulawesi Utara tide gauge tsunami terjadi  di Bitung pada pukul 06:15 WIB (07.15 WITA) dengan ketinggian 0,20 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB (07.18 WITA) dengan ketinggian 0,75 m, dan Belang, Minahasa Tenggara pada pukul 06:36 WIB (07.36 WITA) dengan ketinggian 0,68 m.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc merinci tentang

gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6. Episenter gempa terletak pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

Dia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi itu  merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme thrust fault  (pergerakan naik).

Getaran Juga Terasa di Gorontalo

Gempa ini dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh), di Kecamatan Ibu Halbar dengan intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Di Manado getaran dirasakan dengan intensitas IV-V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Kab. Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).(*/@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup