Di Tengah Selimut Kabut, Jalur Pendakian Ritual Fere Kie Dibersihkan
MalutTrend.com, TERNATE – Di tengah selimut kabut usai kebakaran kawasan hutan Moya, jalur pendakian Gunung Gamalama berhasil dibersihkan dari sampah plastik. Aksi ini dilakukan para relawan yang terdiri dari Pemuda Moya, Pemuda Marikurubu, Komunitas Pencu, dan para anggota Komunitas Fere Kie serta didukung Basarnas Ternate sejak Minggu (11/10/2026).
Pembersihan kawasan pendakian dari Pos 1 hingga Pos 5 dan puncak Gamalama dilakukan jelang ritual Fere Kie dan Ziarah Kutub yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang sebagai rangkaian Festival Legu Tara No Ate (LTNA) 2026.
Ketua Komunitas Fere Kie, Yerni Candra Dewi kepada MalutTrend.com, Rabu (14/10) menjelaskan, para relawan memungut sampah plastik dan karet seperti pembungkus makanan, botol air mineral, serta sendal bekas di sepanjang jalur pendakian. Beberapa kantong berisi sampah ini kemudian dibawa turun untuk dibuang ke tempat sampah.
Para relawan ini sebelumnya sempat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan di kawasan sekitar pos pendakian Gunung Gamalama.
Panitia Festival LTNA 2026 Apresiasi Sinergi Relawan dan Basarnas
Menurut Chandra, sebagai komunitas pendaki Gamalama pihaknya prihatin dengan perilaku para pendaki yang tidak tertib sampah. “Sampah plastik yang kami temukan sepanjang jalur pendakian hingga ke puncak Gamalama menandakan masih ada pendaki yang tidak sadar lingkungan,” tandasnya.
Upaya para relawan yang didukung Basarnas Kota Ternate ini mendapat apresiasi dari Panitia Festival LTNA. “Kami dari Panitia Festival LTNA 2026 menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpatisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Candra yang juga panitia Festival LTNA.(@ba_is)












