Mata Air Kesembuhan: Elma Kambry dan Rahasia Rorano Pusaka Ternate
Di tengah gempuran obat-obatan modern, praktik pengobatan tradisional herbal masih bertahan kuat di Kota Ternate. Salah satu sosok yang merawat tradisi ini adalah Elma Kambry. Sejak tahun 2000, perempuan yang akrab disapa Ibu Elma ini mendedikasikan hidupnya sebagai biang kampung (dukun bayi) terdaftar yang membantu pemulihan ibu dan anak pascamelahirkan melalui metode rorano pusaka.
Keahlian ini bukan datang tiba-tiba. Elma mewarisi pengetahuan pengobatan dan teknik pijat tradisional langsung dari neneknya. Di kalangan masyarakat setempat, ia kerap dijuluki sebagai “Dokter Rorano” karena kemahirannya meracik ramuan herbal khas Maluku Utara.
Salah satu keahlian utamanya adalah mempraktikkan bakera—terapi uap tradisional untuk ibu yang baru melahirkan—serta meracik rorano pusaka. Ramuan rorano ini dibuat dari kombinasi dedaunan, akar, kulit pohon, dan rempah-rempah pilihan yang direbus. Melalui ramuan herbal tersebut, Elma membantu warga menyembuhkan berbagai keluhan penyakit, mulai dari gejala malaria (intermitensi), ambeien, hingga pegal linu kronis (lusiang).
Menariknya, Elma memilih jalur pengabdian tanpa pamrih. Ia menolak mengomersialkan keahliannya. Di rumahnya tidak ada papan nama klinik atau tarif khusus yang dipatok. Ia hanya meracik ramuan atau memberikan terapi pijat ketika ada warga yang datang mengetuk pintunya untuk meminta bantuan. Selama 25 tahun, informasi tentang kemampuannya hanya menyebar secara senyap dari mulut ke mulut.

Meski bergerak dalam sunyi, dedikasi Elma perlahan mulai dikenal luas. Pada Oktober 2023, ia diundang untuk memperkenalkan kekayaan rempah Ternate dalam Festival dan Karnaval RASAIKOTA di Taman Nukila.
Puncaknya terjadi pada Agustus 2026. Atas konsistensinya menjaga warisan leluhur, Wali Kota Ternate secara resmi menganugerahi Elma Kambry penghargaan sebagai Maestro Legend Pengobatan Tradisional dan Rempah Herbal pada momentum Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI). Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan orang-orang seperti Elma, rantai sejarah dan kehangatan rempah asli Nusantara akan tetap terjaga untuk generasi masa depan. (@ba_is)












