Tobelo Tertutupi Abu Vulkanik, Dinas Dikbud Halut Liburkan Siswa
MalutTrend.Com—Kota Tobelo, Halmahera Utara tertutupi abu vulkanik akibat letusan Gunung Dukono. Pantauan wartawan MalutTrend.Com hingga Jumat (17/4/2026) menunjukkan, abu vulkanik menutupi wilayah 3 kecamatan.
MAGMA Indonesia, situs resmi Kementerian ESDM melaporkan, Letusan Gunung Dukono terakhir Jumat hari ini pada pukul 09.48 WIT menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak, kurang lebih 1.887 mdpl. Abu berwarna putig dan kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Sebelumnya, sekitar pukul 07.29 WIT, gunung ini juga menyemburkan abu vulkanik mencapai 1.000 meter di atas puncak Dukono.
Selain semburan abu, dilaporkan juga terjadi gempa vulkanik dalam 12 jam terakhir. Terctat 104 kali gempa letusan dengan amplitudo 6 hingga 34 mm dan durasi antara 31 hingga 69 detik.
Akibat intensitas erupsi yang menyemburkan abu vulkanik ini, warga mulai merasakan dampak dalam beberapa hari terakhir karena abu terbawa angin dan menutupi wilayah Kecamatan Tobelo, Tobelo Utara, dan Tobelo Tengah.
Hindari Dampak, Siswa Diliburkan
Untuk menghindari dampak yang lebih parah, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halmahera Utara mengeluarkan kebijakan meliburkan siswa TK, SD, dan SMP di seluruh sekolah dalam wilayah 3 kecamatan terdampak.
Kadis Dikbud Halmahera Utara, Hertje Manuel mengeluarkan surat edaran tertanggal, 16 April 2026. Surat edaran yang diperoleh media ini, isinya penangguhan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Para siswa diliburkan mulai Jumat (17/4/2026) sampai dengan waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini dilakukan guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap siswa dan guru.
“Erupsi susulan masih terus terjadi terutama intensitas abu vulkanik yang menutupi wilayah di 3 kecamatan. Kita akan pantau terus untuk memastikan kapan kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilakukan,” tandasnya.
Dia juga mengimbau kepada pihak sekolah yang menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jelang ujian akhir untuk tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan peserta didik.(rif)
Laporan: Rifli Mokoginta
Editor: Redaksi









