Hari Ini dalam Sejarah; Kecelakaan Pesawat Lion Air 13 April yang Penuh Keajaiban
MalutTrend.Com, TERNATE – Hari ini, 13 tahun lalu tepatnya 13 April 2013, dunia penerbangan Indonesia terhentak. Pesawat Boeing 737-800 milik Maskapai Lion Air jatuh di Bali. Pesawat jatuh ke laut dan patah, namun disebut sebagai kecelakaan udara yang penuh keajaiban.
Dari berbagai catatan peristiwa, disebutkan bahwa kecelakaan itu terjadi ketika pesawat yang membawa 108 orang—termasuk kru penerbangan—jatuh di laut sekitar 1,1 Km dari landasan pacu Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar Bali.
Seperti diketahui, Bandara Ngurah Rai terletak di tepi laut. Landing position setiap pesawat selalu dari arah laut. Hal yang sama dilakukan oleh pilot Lion Air dengan nomor penerbangan JT-904 itu.
Namun, belum mencapai landasan pacu, pesawat yang berangkat dari Bandung itu lebih dahulu mendarat di air. Sontak terjadi hentakan yang cukup keras. Badan pesawat terbelah dua.
Kecelakaan yang oleh otoritas penerbangan menyebut sebagai human error (kelalaian manusia) itu terjadi karena pilot Lion Air JT-904 ini mengalami halusinasi. Pada jarak yang cukup jauh dari landasan pacu yakni 1,1 Km itu, sang pilot telah melakukan pendaratan.
Ikhwal halusinasi sang pilot ini, diungkapkan KNKT yang melakukan penyelidikan pasca kecelakaan tersebut. Sebelum kejadian, co-pilot melaporkan belum melihat runway (landasan pacu). Namun sang pilot tetap mengambil kendali dan melakukan pendaratan yang akhirnya jatuh ke laut.
Kecelakaan Lion Air JT-904 ini memang menyita perhatian dunia. Salah satu faktor adalah kondisi seluruh penumpang dan kru selamat sehingga disebut kecelakaan yang penuh keajaiban.
Dalam kecelakaan itu, tercatat 44 orang dirawat di sejumlah rumah sakit karena mengalami cidera dan luka ringan.
Merpati Masuk ke Sungai di Manokwari
Tiga tahun sebelum kejadian Lion Air di Bali, pada tanggal 13 April 2010, kecelakaan pesawat Boeng 737 milik Maskapai Merpati Airlines terjadi di Bandara Rendani, Manokwari Papua Barat.
Pesawat Merpati dengan kode penerbangan MZ 836 membawa 103 penumpang-termasuk kru penerbangan. Saat mendarat, pesawat dilaporkan tergelincir, menerobos pepohon di ujang landasan. Bagian ekor masuk sungai sekitar 200 meter dari landasan pacu. Sementara itu, bagian kokpit mengalami kerusakan berat.
Semua penumpang dan kru dilaporkan selamat. Hanya ada 20 penumpang yang mengalami luka-luka di bagian kepala dan kaki.(@ba_is/dari berbagai sumber)










