500 Juta Burung Transit di Palestina, Kecoh Radar dan Kuras Amunisi Israel

Jutaan burung yang bermigrasi dan ganggu pertahanan Israel.(foto: CNN)

MalutTrend.Com, TELUK AVIV  – Di tengah eskalasi konflik di berbagai front, militer Israel kini menghadapi musuh tak terduga yang datang dari alam: migrasi besar-besaran jutaan burung pelikan dan bangau. Berdasarkan laporan Middle East Eye, fenomena tahunan ini bertransformasi menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan udara dan operasional angkatan udara zionis.

Wilayah Palestina pendudukan saat ini menjadi rute transit bagi lebih dari 500 juta burung yang bermigrasi antarbenua. Kehadiran kawanan burung dalam jumlah masif ini menciptakan kekacauan pada sistem deteksi dini Israel.

Ahli Ornitologi, Yossi Leshem, mengungkapkan bahwa unit pertahanan udara sering kali gagal membedakan antara ancaman militer dan aktivitas biologis. Akibatnya, tentara Israel berulang kali melepaskan tembakan rudal interseptor berharga jutaan dolar hanya untuk menjatuhkan burung yang dikira sebagai drone penyerang.

“Rudal-rudal yang harganya jutaan dolar AS dibuang sia-sia untuk menembak burung-burung yang terdeteksi sebagai drone di layar radar,” ujar Leshem kepada Middle East Eye.

Ancaman Fatal di Udara

Selain kerugian finansial, risiko kecelakaan fisik juga menghantui para pilot. Jet tempur dan helikopter serang Israel kini harus berbagi ruang udara dengan kawanan pelikan dan bangau yang terbang dalam kecepatan tinggi.

Benturan dengan burung besar dapat menyebabkan kerusakan mesin fatal. Laporan menyebutkan insiden tabrakan ini berisiko tinggi menyebabkan kematian pilot dan jatuhnya alutsista canggih.

Krisis ini diperparah dengan kerusakan lingkungan masif akibat aksi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Yossi Leshem menyoroti bahwa perang destruktif ini telah menghancurkan keseimbangan ekologi di kawasan itu.

Ekosistem yang menampung sekitar 50.000 jenis flora dan fauna akibat bombardir di Gaza dilaporkan hancur. Penggunaan bahan kimia di lahan pertanian Suriah dan Lebanon Selatan yang mematikan satwa dan hewan ternak. “Serangan terhadap infrastruktur bahan bakar di Iran yang memicu asap pekat beracun di langit Teheran, mengancam kesehatan lingkungan secara global,” demikian MEE .

Hingga saat ini, otoritas militer zionis dilaporkan masih kesulitan mencari solusi teknis agar sistem radar mereka mampu membedakan antara burung dan proyektil musuh. Di tengah upaya pendudukan Zionis yang masih berlangsung, alam seolah menjadi faktor pengganggu yang tak mampu ditaklukkan oleh teknologi militer tercanggih sekalipun.(mee/@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup