Waroeng Anak Indo di Singapura, Rasa Nusantara di Tengah Haji Lane
MalutTrend.Com, Singapura – Di tengah ramainya kawasan Haji Lane di Distrik Kampong Glam, Singapura, terselip sebuah kedai sederhana yang menghadirkan rasa Indonesia. Namanya Waroeng Anak Indo—tempat singgah bagi rindu kampung halaman.
Berjejer dengan pusat kuliner di sekitar Arab Street, Waroeng Anak Indo menyajikan menu-menu akrab di lidah orang Indonesia. Mulai dari ayam penyet, tahu Sumedang, mendoan, bakso, hingga aneka kopi khas Nusantara.

Soal harga, kedai ini ramah di kantong. Hampir seluruh menu dibanderol di bawah 10 dolar Singapura. Porsinya pun cukup mengenyangkan—cukup alasan bagi para pelanggan untuk datang kembali.
Kedai dua lantai ini memang tidak luas, namun suasananya hangat. Pengunjungnya didominasi pekerja Indonesia di Singapura, bercampur dengan wisatawan dan warga dari berbagai daerah di Tanah Air. Nuansa Indonesia terasa kuat, bukan hanya dari menu, tetapi juga dari ornamen dan barang-barang bernuansa heritage yang menghiasi ruangan.

Di bagian depan kedai, sebuah tulisan bernada jenaka terpampang di kaca. Syabariah Nasution, pengelola Waroeng Anak Indo, menyebut kalimat tersebut diambil dari bait lagu penyanyi Indonesia. Sentuhan kecil yang membuat pengunjung tersenyum.
Syebby—sapaan akrab Syabariah—setiap hari melayani pelanggan dengan ramah. Tak hanya warga Indonesia, wisatawan mancanegara pun kerap menikmati sajian khas Nusantara di tempat ini.
Rabu (18/2/2026) siang, MalutTrend.Com berkunjung ke Waroeng Anak Indo yang diiringi lagu-lagu pop Indonesia. Perempuan asal Medan yang telah menetap di Singapura sejak usia lima tahun itu tak sekadar berjualan makanan. Dari kedai kecilnya, ia ikut memperkenalkan Indonesia ke dunia.

Di lantai dua, dinding kedai dipenuhi foto-foto lawas Indonesia, termasuk iklan-iklan produk dari media cetak tempo dulu. “Setiap akhir pekan, terutama para TKW yang sudah lama merantau, selalu menyempatkan datang ke sini,” ujar Syebby, yang saat itu ditemani Emre.
Keramahan menjadi ciri khas kedai ini. Syebby dan Emre memadukan standar pelayanan Singapura dengan kehangatan khas Indonesia—membuat Waroeng Anak Indo bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang pulang bagi banyak perantau.
(@ba_is)







