Melanglang Buana dari Jakarta, Novia Dorong Pariwisata Maluku Utara

Novi saat menangani event Ultah Uya Kuya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Beberapa waktu lalu di sebuah kedai kopi di Ternate, perempuan itu tampak meracik kopi dan melayani pelanggan. Penampilannya sederhana, nyaris tak menarik perhatian. Namun siapa sangka, di balik kesahajaannya, tersimpan perjalanan panjang yang membawa namanya berkelana dari satu daerah ke daerah lain di Nusantara—bahkan hingga pusat industri pariwisata nasional.

ISMIT ALKATIRI, Ternate

Dialah Yuli Novia, S.T.Par., M.M., sosok yang sejak belia mendedikasikan diri pada dunia pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia. Bagi Novi—sapaan akrabnya—pariwisata bukan sekadar industri, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan budaya, pelayanan, dan pembangunan daerah.

Perempuan kelahiran Solok, Sumatera Barat, 29 Juli 1990 itu menghabiskan masa remajanya di Ternate. Setelah menamatkan pendidikan dasar di kampung halaman, Novi melanjutkan sekolah menengah di Kota Rempah. Ia mengenyam pendidikan di SMP Al-Khairaat Ternate, lalu SMK Negeri 1 Ternate, yang kelak menjadi pijakan awal ketertarikannya pada dunia pariwisata.

Minat dan bakat itu kemudian diasah secara akademik. Pada 2009, Novi melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta melalui program beasiswa. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pariwisata dan perhotelan, lalu melanjutkan ke jenjang pascasarjana di Universitas Sahid Jakarta, hingga meraih gelar Magister Manajemen Pemasaran Pariwisata pada 2017. Kedua jenjang pendidikan tinggi ini dilakoni Novi atas biaya pemerintah melalui Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan.

Tak hanya jalur formal, Novi juga aktif mengembangkan diri melalui pendidikan nonformal. Ia mengikuti berbagai kursus teknologi informasi, bahasa Inggris, hingga bahasa Jepang. Kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing itu mengantarkannya meraih berbagai prestasi sejak usia sekolah.

Rasa haus terhadap ilmu, pengetahuan, dan pengalaman itulah yang membuat MALUT TREND.Com bisa ketemunya di kedai itu beberapa waktu lalu. Dia sengaja mengisi waktu luangnya saat berkunjung ke Ternate lalu nyambi di kedai itu. Saat itu, Novi mengaku ingin belajar tentang dunia barista. Dia tahu, kopi merupakan bagian dari ekosistem destinasi. “Saya juga ingin belajar tentang kopi,” tukasnya, kala itu. Novi sendiri sempat minta diajarkan cara meracik kopi rempah dan herbal Ternate.

Talentanya di kontes putri-putrian mulai terlihat ketika ia meraih Juara I Pemilihan Jujaru Legu Gam Ternate pada 2008 dan dinobatkan sebagai Duta Budaya dan Pariwisata Kota Ternate. Di bidang kebahasaan, Novi juga mencatat prestasi nasional dengan menjuarai berbagai kompetisi debat bahasa Inggris tingkat SLTA di Makassar, Malang, dan Bandung.

Prestasi lain pun menyusul. Ia menjadi pemenang Tour and Travel Skill Competition tingkat SMK pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Makassar dan Jakarta, serta meraih juara Tour Guiding Contest saat menempuh pendidikan di STP Sahid Jakarta.

Berbekal pengalaman akademik dan kompetisi, Novi terjun ke dunia profesional sejak 2010. Kariernya dimulai sebagai asisten pribadi Direktur Majalah Time USA di Jakarta. Setelah itu, ia menjajal berbagai peran di industri perhotelan, restoran internasional, hingga maskapai penerbangan nasional.

Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya tentang layanan, manajemen, dan pariwisata berkelas dunia. Seiring waktu, Novi juga aktif sebagai trainer, asesor industri pariwisata dan perhotelan, serta narasumber di berbagai seminar dan pelatihan, baik di Jakarta maupun di daerah.

Perjalanan profesional ituå membawanya melanglang buana ke berbagai penjuru Indonesia—dari Morotai, Payakumbuh, Sorong, Tarakan, hingga Gorontalo—untuk melatih pelaku UMKM, pelajar, aparatur daerah, dan insan pariwisata.

Kini, Novi kembali menetap di Jakarta. Ia mengabdi sebagai dosen di Politeknik Sahid Jakarta, sekaligus menjalankan peran sebagai konsultan event, pengelola event organizer, dan praktisi bisnis pariwisata. Meski berkiprah di ibu kota, hatinya tetap tertaut pada Maluku Utara.(@ba_is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup